Niat Puasa Qadha Ramadhan Panduan Lengkap Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis
17/11/2025 | Penulis: Samsul
Niat Puasa Qadha Ramadhan Panduan Lengkap Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis
Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seseorang dibolehkan tidak berpuasa—seperti sakit, bepergian, haid, nifas, atau sebab syar’i lainnya. Kewajiban ini kemudian harus diganti (qadha) di hari lain.
Agar qadha puasa sah, seseorang harus mengetahui niat, waktu niat, serta dasar hukumnya dalam syariat.
1. Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”
Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa orang yang memiliki uzur boleh meninggalkan puasa Ramadhan, namun wajib menggantinya pada hari lain.
2. Dalil Hadis Nabi
Dari Aisyah RA:
“Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa qadha puasa adalah kewajiban yang harus dipenuhi ketika telah selesai dari uzur.
Lafal Niat Qadha (Latin – Arti)
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha'i Ramadhona lillahi ta'ala?.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Kapan Waktu Niat Puasa Qadha?
Dalam mazhab Syafi’i — yang menjadi pedoman mayoritas muslim Indonesia — niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Hal ini didasarkan pada hadis:
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)
Karena qadha adalah puasa wajib, maka niat harus dilakukan sebelum Subuh.
Hikmah dan Keutamaan Menyegerakan Qadha Puasa
- Menunaikan amanah ibadah yang masih menjadi tanggungan.
- Menunjukkan kesungguhan taat kepada Allah SWT.
- Menghindari dosa karena menunda tanpa alasan yang dibenarkan.
- Membiasakan disiplin dalam ibadah.
Puasa qadha merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur. Dengan memahami dalil Al-Qur’an, hadis, serta lafal niat yang benar, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan sempurna sesuai tuntunan syariat.
Semoga Allah memudahkan kita untuk menunaikan semua kewajiban ibadah dan menerima amal-amal kita. Aamiin.
Artikel Lainnya
Hikmah Jumat Di Dalam Zakat Ada Pertolongan Allah
Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Sedekah dan Kasih Rasulullah kepada Si Buta Yahudi
Keutamaan Hari Selasa dalam Pandangan Islam
Kunci Rezeki, Penolak Bala, dan Jalan Menuju Keberkahan Hidup
Harta Tak Berkurang karena Zakat, Hidup Justru Penuh Keajaiban
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Duka dan Bahaya di Sumatera Saatnya Aksi, Bukan Sekadar Simpati
Menghidupkan Keberkahan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Warisan Gus Dur dan Zakat Negara Ketika Ibadah Menjadi Harapan Bangsa
Zakat, Infak, dan Sedekah Kekuatan Spiritual yang Menumbuhkan Keberkahan Sosial
Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali
5 Kunci Hidup Ikhlas Seni Menemukan Ketenangan Batin dalam Islam
Puasa Syawal, Penyempurna Ramadhan dan Momentum Berbagi Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Bulan Sya’ban Saat Amal Diangkat, Saat Hati Diketuk untuk Berbagi.

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulang Bawang Barat.
Lihat Daftar Rekening →