
Berita Terkini
BAZNAS Tubaba Bersama BPBD dan Dinas Sosial Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kagungan Jaya
Gunung Terang, 10 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang Barat menyalurkan bantuan kepada Mbah Samiyem, warga Tiyuh Kagungan Jaya, Kecamatan Gunung Terang, yang menjadi korban kebakaran rumah.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan didampingi oleh Camat Gunung Terang dan aparatur Tiyuh Kagungan Jaya.
Kebakaran yang mengakibatkan rumah Mbah Samiyem terbakar terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran diduga berasal dari tungku api.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah, BAZNAS Tubaba memberikan bantuan tanggap bencana sebesar Rp2 juta kepada Mbah Samiyem.
Selain bantuan dari BAZNAS, Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang Barat turut memberikan sejumlah kebutuhan dasar berupa alas tidur, makanan cepat saji, serta kebutuhan harian lainnya. Sementara itu, BPBD Kabupaten Tulang Bawang Barat memberikan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan korban pascakebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Jumantoro, yang mewakili Ketua BAZNAS Tubaba, menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki berbagai program untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
«“Ada bantuan lansia, bantuan sembako, dan salah satunya untuk musibah kebakaran ini.”»
KH. Jumantoro berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban Mbah Samiyem setelah rumahnya mengalami kebakaran.
Sementara itu, Sungkowo, selaku Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gunung Terang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada korban.
«“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi korban.”»
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS Tubaba, BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, dan aparatur tiyuh dalam memberikan respons terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
Melalui bantuan tanggap bencana ini, BAZNAS Tubaba terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah dan membutuhkan bantuan.
11/08/2026 | Irfan Efendi
BAZNAS Tulang Bawang Barat Laksanakan Studi Tiru ke Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah
Lampung Tengah, 7 Agustus 2026 – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, BAZNAS Tulang Bawang Barat melaksanakan kunjungan studi tiru ke Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah yang berlokasi di Desa Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, pada Kamis (7/8).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Purwanto, didampingi oleh dua orang staf. Rombongan disambut dengan hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, Dra. Hj. Nurhayati, bersama para komisioner.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Lampung Tengah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Beliau mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Tulang Bawang Barat yang telah berkunjung dan berharap silaturahmi serta sinergi antar BAZNAS di Provinsi Lampung dapat terus terjalin dengan baik.
Selama kegiatan, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas dan sistem pengelolaan Balai Ternak, mulai dari manajemen kandang, manajemen pakan, kandang pembesaran, kandang breeding, rumah potong, hingga gudang pakan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempelajari tata kelola peternakan yang telah diterapkan sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan Program Balai Ternak di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Purwanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan BAZNAS dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan.
"Kami ingin mempelajari sistem pengelolaan Balai Ternak yang telah berjalan sehingga dapat diterapkan pada Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat," ujar H. Purwanto.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat mengadopsi praktik-praktik pengelolaan Balai Ternak yang efektif dan profesional, sehingga Program Balai Ternak yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi para mustahik serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi di sektor peternakan.
07/08/2026 | irfan efendi
BAZNAS Tubaba Salurkan Bantuan Lansia dan Beasiswa Cendekia bagi Mahasiswa Berprestasi
TULANG BAWANG BARAT — BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyalurkan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada lansia serta Beasiswa Cendekia kepada mahasiswa berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Balai Kelurahan Dayamurni.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Tubaba menyalurkan bantuan kepada 23 orang lansia, yang terdiri atas 10 penerima dari Kecamatan Tumijajar dan 13 penerima dari Kecamatan Tulang Bawang Udik. Setiap penerima memperoleh paket sembako senilai Rp300.000 serta bantuan uang tunai sebesar Rp150.000.
Selain bantuan bagi lansia, BAZNAS Tubaba juga menyerahkan Beasiswa Cendekia kepada empat mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Melalui program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester yang diberikan secara berkelanjutan hingga menyelesaikan pendidikan, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan evaluasi prestasi akademik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat H. Purwanto, jajaran Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, para camat, serta kepala tiyuh dari wilayah terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Tulang Bawang Barat menyampaikan berbagai program pembangunan daerah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Program tersebut meliputi bidang kesehatan melalui Tubabaq Sehat, bidang pendidikan melalui Tubabaq Cerdas, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui KUR Super Mikro, pengelolaan lingkungan melalui program Bang Sampah Bergerak, serta pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara merata.
Bupati menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dari berbagai pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan informasi mengenai pentingnya perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Lampung turut memperkenalkan program “Tubabaq Berdaya” yang bertujuan memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan yang lebih inklusif.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan laporan mengenai program yang disalurkan, yaitu bantuan paket sembako dan uang tunai bagi lansia serta Beasiswa Cendekia bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
H. Purwanto berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima serta mendorong mahasiswa penerima beasiswa untuk terus mempertahankan prestasi akademiknya.
“Semoga prestasinya dapat terus dipertahankan sehingga bisa terus mendapatkan Beasiswa Cendekia BAZNAS sampai selesai. Namun, apabila prestasinya mengalami penurunan, maka beasiswanya akan dihentikan,” ujar H. Purwanto.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Tubaba terus berkomitmen menjalankan amanah para muzaki dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meringankan beban kelompok rentan, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
05/08/2026 | irfan efendi
Agenda Pimpinan

Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Kamis, 23 Oktober 2025 - BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS H. Purwanto, dan membahas pelaksanaan Program Beasiswa Non Akademik Tahun 2025 yang ditujukan bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Dalam pertemuan ini, masing-masing instansi menyampaikan masukan dan kesiapan dalam menyalurkan data calon penerima sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda Tubaba, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun olahraga.
BAZNAS Tubaba menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama agar bantuan beasiswa ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar berprestasi di daerah.
23-10-2025 | irfan efendi

BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
Tulang Bawang Barat, 22 Oktober 2025 — BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat turut menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Makarti, Kecamatan Tumijajar, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, madrasah, organisasi masyarakat Islam, serta jajaran Forkopimda Tubaba.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. H. Novriwan Jaya, S.P., didampingi Wakil Bupati, Nadirsyah. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi tentang bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Novriwan Jaya.
BAZNAS Tulang Bawang Barat hadir melalui jajaran Komisioner dan Staf yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dan kontribusi santri dalam membangun bangsa.
Momentum Hari Santri diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Tulang Bawang Barat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
22-10-2025 | irfan efendi

Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Mulya Kencana, 08 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulang Bawang Barat menghadiri undangan dari Polres Tulang Bawang Barat dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Swasembada Pangan Nusantara yang digagas Polri untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tulang Bawang Barat, Bupati Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Asisten II, Ketua Baznas , serta sejumlah tamu undangan lainnya.
08-10-2025 | irfan efendi
Berita Pendistribusian

Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Tiyuh Gunung Katun Malai, 03 Desember 2025 - Angin kencang yang melanda wilayah Tulang Bawang Udik pada Selasa (2/12) menyebabkan sebuah rumah milik Bapak Jhoni Saputra, warga RT 01/RW 05 Tiyuh Gunung Katun Malai, rusak tertimpa pohon tumbang. Musibah ini mengundang kepedulian berbagai pihak, termasuk Baznas Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama BPBD, Dinsos, dan Dinas Damkar.
Sebagai bentuk respon cepat, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar Rp1.000.000 dan paket sembako senilai Rp200.000 kepada keluarga terdampak. Bantuan diserahkan langsung di lokasi kejadian, dengan kehadiran Komisioner Baznas Tubaba: Waka 1 – H. Jumantoro, Waka 2 – KH. M. Nurhadi, dan Waka 3 – H. Suprianto Hadi, serta jajaran BPBD, Dinsos, dan Damkar. Turut mendampingi, Camat Tulang Bawang Udik dan Kepalo Tiyuh Gunung Katun Malai.
Dalam sambutannya, H. Jumantoro menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat melalui program tanggap bencana Baznas Tubaba, yang dihimpun dari zakat dan infak masyarakat serta ASN se-Tubaba.
"Meskipun bantuan ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan setelah musibah ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membawa keberkahan. Semoga Allah mengganti ujian ini dengan kebaikan yang lebih besar," ungkapnya penuh empati.
Perwakilan Pemerintah Daerah, Sekretaris Damkar Herry Achmadi, juga memberikan pesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
"Kami bersama BPBD dan Dinsos selalu berupaya melayani masyarakat Tubaba. Semoga kejadian seperti ini dapat kita antisipasi bersama ke depannya," ujarnya.
Musibah yang menimpa keluarga Bapak Jhoni menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian. Hadirnya berbagai unsur pemerintah dan Baznas Tubaba di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta harapan untuk bangkit kembali. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan kemudahan dalam memulihkan kondisi rumah mereka.
03/12/2025 | irfan efendi

Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melaksanakan kunjungan kerja ke Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka Pencanangan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (27/11/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat desa.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Baznas Tubaba turut memberikan bantuan sosial berupa biaya pengobatan sebesar Rp5 juta untuk pasien bayi penderita jantung bocor, paket sembako lansia untuk 10 penerima dari setiap tiyuh di Kecamatan Tumijajar, serta beasiswa akademik SD dan SMP tahun 2025. Bantuan ini diserahkan dalam momen kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Tiyuh Margo Mulyo pada 28 November 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung mengungkapkan kebanggaannya atas upaya bersama dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Keberadaan kami di sini tidak hanya dalam rangka menjalankan tugas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza.
Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti bantuan buku bacaan untuk perpustakaan, bantuan modul posyandu dan susu untuk meningkatkan gizi balita serta ibu hamil, bantuan sembako dan kursi roda untuk lansia dan penyandang disabilitas, serta pelatihan bagi perempuan kepala keluarga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Selain itu terdapat bantuan mesin jahit untuk usaha ekonomi produktif dan bibit cabai untuk kader PKK di Tiyuh Margo Mulyo.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung dalam keberhasilan program-program PKK. Ia mendorong agar koordinasi antar TP PKK desa dan kecamatan terus diperkuat serta agar data Dasawisma selalu diperbarui sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan seperti Posyandu, UP2K, Hatinya PKK, serta pelestarian lingkungan. Terlebih lagi, mari kita manfaatkan teknologi untuk mendukung publikasi kegiatan dan pelaporan administrasi PKK secara lebih tertib,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, SP, menyampaikan ucapan terima kasih dan optimismenya. Ia menyatakan bahwa kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa TAPIS merupakan suatu kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
“Kunjungan ini bukan hanya memberikan semangat, tetapi juga membuka peluang untuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Novriwan juga menekankan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program Desa TAPIS dapat memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
“Saya yakin, dengan dukungan semua pihak dan semangat gotong royong, Tiyuh Margo Mulyo akan berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujarnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam program berbasis masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan gizi, pelestarian budaya lokal, serta penguatan ketahanan pangan keluarga dan lingkungan untuk mencetak generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
28/11/2025 | irfan efendi

Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Tiyuh Mulya Sari, 25 November 2025 — Kegiatan Tubaba Q Berdaya kembali digelar sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tubaba, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, Komisioner Baznas Tubaba, Camat Gunung Agung, serta Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan paket sembako untuk para lansia di dua kecamatan, yaitu Gunung Agung dan Way Kenanga. Setiap paket berisi sembako senilai Rp300.000 dan uang tunai Rp150.000. Bantuan diberikan kepada 13 penerima di Kecamatan Gunung Agung dan 10 penerima di Kecamatan Way Kenanga.
Selain bantuan dari Baznas, Bank Lampung turut memberikan kontribusi berupa mesin pemotong rumput yang diserahkan kepada komunitas Bolo Ngarit, yakni komunitas peternak kambing di Tubaba, sebagai dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Tubaba menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki banyak program pemberdayaan yang bertujuan untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Beliau juga mengingatkan para petani dan peternak untuk selalu menyisihkan sebagian rezekinya dengan berinfak dan menunaikan zakat melalui Baznas Tubaba sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap program kesejahteraan masyarakat.
26/11/2025 | Irfan Efendi
Artikel Terbaru
Puasa Syawal, Penyempurna Ramadhan dan Momentum Berbagi Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amal ibadah dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal dengan puasa Syawal, yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad ? bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Puasa Syawal menjadi salah satu bentuk istiqomah dalam menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan. Jika selama bulan Ramadhan umat Islam terbiasa menahan diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial, maka semangat tersebut seharusnya tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di bulan Syawal.
Selain melaksanakan puasa Syawal, umat Islam juga dianjurkan untuk terus memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ibadah sosial ini merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
Semangat berbagi yang telah tumbuh selama bulan Ramadhan hendaknya tidak berhenti setelah hari raya. Justru di bulan Syawal menjadi momentum untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap muslim dapat berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu, mendukung program sosial, serta mewujudkan kesejahteraan umat.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun oleh BAZNAS Tubaba akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan program kemanusiaan lainnya.
Dengan menunaikan ZIS melalui BAZNAS Tubaba, masyarakat tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Mari jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk terus meningkatkan ibadah, baik ibadah kepada Allah SWT melalui puasa sunnah Syawal, maupun ibadah sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Tulang Bawang Barat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Tubaba atau melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, mushola, tiyuh, maupun instansi masing-masing.
Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi kita semua serta bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Tulang Bawang Barat “Menebar Manfaat untuk Umat”
01/04/2026 | Samsul
Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Marhaban Ya Ramadan ????
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru, sekitar 245.973.915 jiwa atau 87,08% dari total populasi Indonesia beragama Islam. Karena itu, kehadiran bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
Salah satu ibadah penting yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial adalah zakat.
Zakat dalam Islam
Dalam ajaran Islam terdapat dua jenis zakat utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (zakat harta).
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Besaran zakat fitrah setara dengan 1 sha’ makanan pokok atau sekitar 2,5–3 kg beras.
Selain zakat fitrah, umat Islam juga memiliki kewajiban menunaikan zakat mal, yaitu zakat atas harta yang telah memenuhi nisab (batas minimal harta) dan haul (kepemilikan selama satu tahun). Jenis zakat mal di antaranya meliputi:
Zakat penghasilan atau zakat profesi
Zakat emas dan perak
Zakat perdagangan
Zakat pertanian
Zakat peternakan
Zakat investasi
Zakat rikaz (harta temuan)
Zakat Dapat Menjadi Pengurang Pajak
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak memberikan fasilitas ini sebagai bentuk pengakuan terhadap kewajiban keagamaan masyarakat. Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf g Undang-Undang Pajak Penghasilan yang terakhir diperbarui melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa:
Zakat yang dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi Muslim atau oleh badan usaha, melalui lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
Artinya, zakat tidak langsung mengurangi pajak yang harus dibayar, tetapi mengurangi penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak. Dengan demikian, nilai Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan menjadi lebih kecil.
Syarat Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Agar zakat dapat dimanfaatkan sebagai pengurang pajak, terdapat dua syarat utama:
Zakat dibayarkan oleh wajib pajak (orang pribadi atau badan).
Zakat disalurkan melalui lembaga resmi yang dibentuk atau disahkan pemerintah, seperti BAZNAS atau LAZ resmi.
Selain itu, bukti pembayaran zakat harus disimpan dan dapat dilampirkan saat pelaporan SPT Tahunan.
Manfaat Membayar Zakat Melalui Lembaga Resmi
Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki banyak manfaat, di antaranya:
? Menunaikan kewajiban agama secara benar ? Mendapatkan bukti setor zakat resmi untuk pengurang pajak ? Membantu penyaluran zakat lebih tepat sasaran kepada 8 golongan penerima zakat (asnaf) ? Berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ibadah sekaligus memperoleh manfaat fiskal secara sah. Membayar zakat melalui lembaga resmi tidak hanya membantu meringankan beban pajak, tetapi juga memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mari menjadi muzaki yang cerdas, taat agama, dan taat pajak, dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Tulang Bawang Barat agar manfaatnya semakin luas bagi umat.
Sumber Referensi : https://www.pajak.go.id/id/artikel/zakat-bisa-jadi-pengurang-pajak
11/03/2026 | Samsul
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen keadilan sosial dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah: mengapa nisab zakat penghasilan disetarakan dengan 85 gram emas, dan mengapa standar emas yang digunakan sering merujuk pada 14 karat?
Pertanyaan ini penting dijawab agar muzaki (pembayar zakat) memahami bahwa setiap ketentuan memiliki dasar syar’i dan pertimbangan kemaslahatan.
Landasan Regulasi: 85 Gram Emas
Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 serta Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa Nomor 3 Tahun 2003, nisab zakat pendapatan ditetapkan setara 85 gram emas.
Namun, regulasi tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan jenis atau kadar (karat) emas yang digunakan sebagai standar. Di sinilah peran ijtihad kelembagaan menjadi penting.
Mengapa 14 Karat?
Karena tidak ada ketentuan spesifik tentang kadar emas dalam PMA, maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan standar emas dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan bagi mustahik dan muzaki.
Dalam praktiknya, emas yang beredar di masyarakat memiliki kadar yang beragam, mulai dari 12 karat, 14 karat, 18 karat hingga 24 karat. Untuk memastikan keadilan dan konsistensi, digunakan pendekatan kaidah fikih:
“Al-hukmu lil ghalib” — hukum mengikuti yang dominan.
Kaidah ini dikenal dalam mazhab Hanafi, yang menyatakan bahwa sesuatu dinilai berdasarkan kondisi yang paling umum atau dominan di masyarakat. Jika suatu logam memiliki kandungan emas minimal 50% (setara 12 karat), maka ia telah masuk kategori emas secara hukum dan wajib dizakati berdasarkan berat totalnya.
Dengan demikian, penetapan 14 karat bukan tanpa dasar. Ia berada di atas ambang minimal 50%, sehingga secara fikih memenuhi kategori emas yang sah untuk perhitungan nisab, sekaligus mencerminkan kadar emas yang cukup representatif di pasaran.
Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa sebesar:
Rp7.640.144 per bulan
Rp91.681.728 per tahun
Nilai tersebut setara dengan 85 gram emas dan mengalami kenaikan sekitar 7% dibandingkan tahun 2025. Kenaikan ini masih selaras dengan pertumbuhan upah tahunan nasional sebesar 6,17 persen, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan muzaki dan kebutuhan mustahik.
Menjaga Kemaslahatan Bersama
Penetapan standar nisab bukan sekadar angka administratif. Ia adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar zakat benar-benar menjadi solusi kemiskinan dan ketimpangan.
Dengan menggunakan pendekatan fikih yang kuat dan mempertimbangkan realitas ekonomi, BAZNAS berupaya menjaga dua sisi sekaligus:
Melindungi hak mustahik agar tidak berkurang akibat standar yang terlalu rendah.
Memberikan kepastian hukum bagi muzaki agar dapat menunaikan kewajiban dengan tenang dan terukur.
Pada akhirnya, zakat adalah tentang keberkahan. Ketika aturan dipahami dengan benar, maka ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Semoga pemahaman ini menambah keyakinan kita bahwa setiap ketetapan dalam syariat selalu berpijak pada hikmah dan kemaslahatan umat.
Oleh: Samsul Mungin
03/03/2026 | Samsul
BAZNAS TV
Serumpun Sebait BAZNAS TUBABA
Penulis: Samsul
Manfaat Sedekah Subuh Rutin
Penulis: Samsul



