WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Perkuat Literasi ZIS, BAZNAS, MUI dan Kemenag Tubaba Susun Buku Khutbah Jumat untuk UPZ Tiyuh
Perkuat Literasi ZIS, BAZNAS, MUI dan Kemenag Tubaba Susun Buku Khutbah Jumat untuk UPZ Tiyuh
Tulang Bawang Barat, 26 Agustus 2026 — Upaya memperkuat gerakan zakat hingga ke tingkat tiyuh terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tubaba dan Kementerian Agama (Kemenag) Tubaba. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan buku khutbah Jumat bertema Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai panduan dakwah bagi masyarakat melalui para khatib di setiap tiyuh. Buku khutbah tersebut disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tiyuh). Materi di dalamnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, khususnya mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan umat. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun gerakan literasi zakat yang dilakukan secara masif dan terarah. Pesan mengenai ZIS tidak hanya disampaikan melalui kegiatan sosialisasi, tetapi juga dihadirkan dalam ruang dakwah yang rutin diikuti masyarakat, yakni khutbah Jumat. Dengan adanya buku panduan tersebut, diharapkan materi tentang ZIS dapat menjadi salah satu konsen dakwah dalam khutbah Jumat di berbagai tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Lebih dari sekadar membagikan buku, program ini diarahkan untuk membangun gerakan dakwah zakat yang dilakukan secara serentak. Pada waktu yang sama dan di tempat yang sama, yakni masjid-masjid di setiap tiyuh, masyarakat mendapatkan pesan yang sama tentang pentingnya menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan membiasakan sedekah. Sinergi BAZNAS, MUI, dan Kemenag Tubaba tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap UPZ Tiyuh agar memiliki lebih banyak ruang untuk membangun komunikasi dan edukasi zakat di tengah masyarakat. UPZ Tiyuh diharapkan dapat bersinergi dengan para khatib dan pengurus masjid dalam mengoptimalkan buku khutbah tersebut sebagai media dakwah. Dengan demikian, khutbah Jumat tidak hanya menjadi sarana penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban zakat dan manfaat ZIS bagi kemaslahatan umat. Gerakan ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran kolektif tentang zakat di tingkat masyarakat paling bawah. Ketika literasi zakat semakin kuat, masyarakat diharapkan semakin memahami siapa yang wajib berzakat, bagaimana menunaikannya, serta bagaimana zakat yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem zakat di Tubaba. BAZNAS berperan dalam penguatan teknis dan pengelolaan ZIS, MUI memberikan penguatan dari aspek keagamaan dan syariat, sementara Kemenag mendukung dari sisi regulasi dan pembinaan. Melalui buku khutbah Jumat bertema ZIS ini, ketiga lembaga berharap dakwah zakat dapat semakin dekat dengan masyarakat dan bergerak dari masjid ke masjid, dari tiyuh ke tiyuh, sehingga zakat, infak, dan sedekah benar-benar menjadi bagian dari budaya kehidupan masyarakat Tubaba dan pada akhirnya memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat.
27/08/2026 | Samsul
BAZNAS Tubaba Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai untuk 21 Lansia di Kecamatan Tulang Bawang Tengah
BAZNAS Tubaba Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai untuk 21 Lansia di Kecamatan Tulang Bawang Tengah
Tulang Bawang Tengah, 24 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program kepedulian sosial bagi kelompok lanjut usia (lansia). Bertempat di Aula Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (24/8/2026), dilaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan kepada 21 lansia yang berasal dari seluruh tiyuh di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp450.000, yang terdiri atas paket sembako senilai Rp300.000 dan uang tunai sebesar Rp150.000. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Jumantoro, M.Pd.I., menyampaikan sambutan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ia juga memperkenalkan peran dan fungsi BAZNAS kepada masyarakat sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerima. Menurutnya, zakat tidak hanya merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik, kita dapat bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran untuk menunaikan zakat dan memperbanyak infak serta sedekah melalui lembaga yang amanah,” pesan H. Jumantoro dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Camat Tulang Bawang Tengah, Mardianto Rohman, SE., MM., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat yang terus menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para lansia penerima manfaat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dihimpun dan dikelola melalui BAZNAS dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat yang melalui berbagai programnya telah membantu masyarakat, khususnya para lansia yang ada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Semoga program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Mardianto Rohman. Kegiatan pendistribusian tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh rasa syukur. Para lansia penerima bantuan menyambut baik program tersebut dan berharap kepedulian BAZNAS dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan kekuatan untuk berbagi, peduli, dan membangun kesejahteraan umat. BAZNAS Tubaba — Dari Muzaki untuk Mustahik, Bersama Menguatkan Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat.
24/08/2026 | Samsul
BAZNAS Tubaba dan YJI Kolaborasi Bantu Pengobatan Jantung Bawaan Anak di Tiyuh Karta
BAZNAS Tubaba dan YJI Kolaborasi Bantu Pengobatan Jantung Bawaan Anak di Tiyuh Karta
Tiyuh Karta, 21 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap anak dengan penyakit jantung bawaan kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Tulang Bawang Barat bersama BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan akomodasi pengobatan kepada Annasya Putri (5 tahun), warga Tiyuh Karta yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Bantuan diserahkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, berupa uang tunai sebesar Rp2,5 juta untuk mendukung kebutuhan akomodasi selama proses pengobatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat H. Purwanto, Ketua YJI Tulang Bawang Barat Novianti Novriwan, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Tulang Bawang Udik, Sekretaris Tiyuh Karta, serta jajaran Puskesmas setempat. Dalam sambutannya, Ketua YJI Tulang Bawang Barat, Novianti Novriwan, menyampaikan bahwa YJI bersama Pemerintah Daerah dan BAZNAS akan terus memperkuat kolaborasi dalam membantu anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan. “YJI bersama Pemerintah Daerah dan BAZNAS terus berkolaborasi membantu anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan agar mendapatkan penanganan terbaik, termasuk hingga proses pengobatan ke Jakarta,” ujar Novianti. Menurutnya, dukungan bersama dari berbagai pihak sangat penting agar anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dapat memperoleh akses pengobatan dan pendampingan yang dibutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat H. Purwanto menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang kesehatan. H. Purwanto menyampaikan bahwa total bantuan yang disiapkan untuk Annasya Putri sebesar Rp5 juta. Namun, penyalurannya dilakukan dalam dua tahap, menyesuaikan dengan kebutuhan proses pengobatan. “Total bantuan yang diberikan sebesar Rp5 juta. Untuk tahap pertama kita berikan Rp2,5 juta, kemudian tahap kedua sebesar Rp2,5 juta akan diberikan untuk kebutuhan kontrol berikutnya,” jelas H. Purwanto. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga Annasya, terutama dalam memenuhi kebutuhan akomodasi selama menjalani proses pengobatan dan kontrol. Kolaborasi antara YJI, BAZNAS, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, pemerintah tiyuh, dan Puskesmas ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kesehatan anak-anak di Tulang Bawang Barat. Melalui sinergi tersebut, diharapkan anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dapat memperoleh penanganan yang tepat dan berkesinambungan hingga proses pengobatan selesai.
21/08/2026 | irfan efendi

Agenda Pimpinan

Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Kamis, 23 Oktober 2025 - BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Tulang Bawang Barat. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS H. Purwanto, dan membahas pelaksanaan Program Beasiswa Non Akademik Tahun 2025 yang ditujukan bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi dari keluarga tidak mampu. Dalam pertemuan ini, masing-masing instansi menyampaikan masukan dan kesiapan dalam menyalurkan data calon penerima sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda Tubaba, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun olahraga. BAZNAS Tubaba menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama agar bantuan beasiswa ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar berprestasi di daerah.

23-10-2025 | irfan efendi

BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
Tulang Bawang Barat, 22 Oktober 2025 — BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat turut menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Makarti, Kecamatan Tumijajar, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, madrasah, organisasi masyarakat Islam, serta jajaran Forkopimda Tubaba. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. H. Novriwan Jaya, S.P., didampingi Wakil Bupati, Nadirsyah. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang menjadi fondasi pembangunan nasional. “Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi tentang bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Novriwan Jaya. BAZNAS Tulang Bawang Barat hadir melalui jajaran Komisioner dan Staf yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dan kontribusi santri dalam membangun bangsa. Momentum Hari Santri diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Tulang Bawang Barat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.

22-10-2025 | irfan efendi

Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Mulya Kencana, 08 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulang Bawang Barat menghadiri undangan dari Polres Tulang Bawang Barat dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Swasembada Pangan Nusantara yang digagas Polri untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tulang Bawang Barat, Bupati Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Asisten II, Ketua Baznas , serta sejumlah tamu undangan lainnya.

08-10-2025 | irfan efendi

Berita Pendistribusian

Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Tiyuh Gunung Katun Malai, 03 Desember 2025 - Angin kencang yang melanda wilayah Tulang Bawang Udik pada Selasa (2/12) menyebabkan sebuah rumah milik Bapak Jhoni Saputra, warga RT 01/RW 05 Tiyuh Gunung Katun Malai, rusak tertimpa pohon tumbang. Musibah ini mengundang kepedulian berbagai pihak, termasuk Baznas Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama BPBD, Dinsos, dan Dinas Damkar. Sebagai bentuk respon cepat, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar Rp1.000.000 dan paket sembako senilai Rp200.000 kepada keluarga terdampak. Bantuan diserahkan langsung di lokasi kejadian, dengan kehadiran Komisioner Baznas Tubaba: Waka 1 – H. Jumantoro, Waka 2 – KH. M. Nurhadi, dan Waka 3 – H. Suprianto Hadi, serta jajaran BPBD, Dinsos, dan Damkar. Turut mendampingi, Camat Tulang Bawang Udik dan Kepalo Tiyuh Gunung Katun Malai. Dalam sambutannya, H. Jumantoro menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat melalui program tanggap bencana Baznas Tubaba, yang dihimpun dari zakat dan infak masyarakat serta ASN se-Tubaba. "Meskipun bantuan ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan setelah musibah ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membawa keberkahan. Semoga Allah mengganti ujian ini dengan kebaikan yang lebih besar," ungkapnya penuh empati. Perwakilan Pemerintah Daerah, Sekretaris Damkar Herry Achmadi, juga memberikan pesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. "Kami bersama BPBD dan Dinsos selalu berupaya melayani masyarakat Tubaba. Semoga kejadian seperti ini dapat kita antisipasi bersama ke depannya," ujarnya. Musibah yang menimpa keluarga Bapak Jhoni menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian. Hadirnya berbagai unsur pemerintah dan Baznas Tubaba di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta harapan untuk bangkit kembali. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan kemudahan dalam memulihkan kondisi rumah mereka.
03/12/2025 | irfan efendi
Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melaksanakan kunjungan kerja ke Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka Pencanangan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (27/11/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat desa. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Baznas Tubaba turut memberikan bantuan sosial berupa biaya pengobatan sebesar Rp5 juta untuk pasien bayi penderita jantung bocor, paket sembako lansia untuk 10 penerima dari setiap tiyuh di Kecamatan Tumijajar, serta beasiswa akademik SD dan SMP tahun 2025. Bantuan ini diserahkan dalam momen kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Tiyuh Margo Mulyo pada 28 November 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua TP PKK Provinsi Lampung mengungkapkan kebanggaannya atas upaya bersama dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Keberadaan kami di sini tidak hanya dalam rangka menjalankan tugas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza. Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti bantuan buku bacaan untuk perpustakaan, bantuan modul posyandu dan susu untuk meningkatkan gizi balita serta ibu hamil, bantuan sembako dan kursi roda untuk lansia dan penyandang disabilitas, serta pelatihan bagi perempuan kepala keluarga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Selain itu terdapat bantuan mesin jahit untuk usaha ekonomi produktif dan bibit cabai untuk kader PKK di Tiyuh Margo Mulyo. Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung dalam keberhasilan program-program PKK. Ia mendorong agar koordinasi antar TP PKK desa dan kecamatan terus diperkuat serta agar data Dasawisma selalu diperbarui sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran. “Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan seperti Posyandu, UP2K, Hatinya PKK, serta pelestarian lingkungan. Terlebih lagi, mari kita manfaatkan teknologi untuk mendukung publikasi kegiatan dan pelaporan administrasi PKK secara lebih tertib,” imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, SP, menyampaikan ucapan terima kasih dan optimismenya. Ia menyatakan bahwa kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa TAPIS merupakan suatu kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat. “Kunjungan ini bukan hanya memberikan semangat, tetapi juga membuka peluang untuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Bupati Novriwan juga menekankan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program Desa TAPIS dapat memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. “Saya yakin, dengan dukungan semua pihak dan semangat gotong royong, Tiyuh Margo Mulyo akan berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujarnya. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam program berbasis masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan gizi, pelestarian budaya lokal, serta penguatan ketahanan pangan keluarga dan lingkungan untuk mencetak generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
28/11/2025 | irfan efendi
Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Tiyuh Mulya Sari, 25 November 2025 — Kegiatan Tubaba Q Berdaya kembali digelar sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tubaba, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, Komisioner Baznas Tubaba, Camat Gunung Agung, serta Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kegiatan tersebut, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan paket sembako untuk para lansia di dua kecamatan, yaitu Gunung Agung dan Way Kenanga. Setiap paket berisi sembako senilai Rp300.000 dan uang tunai Rp150.000. Bantuan diberikan kepada 13 penerima di Kecamatan Gunung Agung dan 10 penerima di Kecamatan Way Kenanga. Selain bantuan dari Baznas, Bank Lampung turut memberikan kontribusi berupa mesin pemotong rumput yang diserahkan kepada komunitas Bolo Ngarit, yakni komunitas peternak kambing di Tubaba, sebagai dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Tubaba menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki banyak program pemberdayaan yang bertujuan untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Beliau juga mengingatkan para petani dan peternak untuk selalu menyisihkan sebagian rezekinya dengan berinfak dan menunaikan zakat melalui Baznas Tubaba sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap program kesejahteraan masyarakat.
26/11/2025 | Irfan Efendi

Artikel Terbaru

Puasa Syawal, Penyempurna Ramadhan dan Momentum Berbagi Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Puasa Syawal, Penyempurna Ramadhan dan Momentum Berbagi Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amal ibadah dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal dengan puasa Syawal, yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad ? bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Puasa Syawal menjadi salah satu bentuk istiqomah dalam menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan. Jika selama bulan Ramadhan umat Islam terbiasa menahan diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial, maka semangat tersebut seharusnya tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di bulan Syawal. Selain melaksanakan puasa Syawal, umat Islam juga dianjurkan untuk terus memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ibadah sosial ini merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang telah tumbuh selama bulan Ramadhan hendaknya tidak berhenti setelah hari raya. Justru di bulan Syawal menjadi momentum untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap muslim dapat berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu, mendukung program sosial, serta mewujudkan kesejahteraan umat. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun oleh BAZNAS Tubaba akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan program kemanusiaan lainnya. Dengan menunaikan ZIS melalui BAZNAS Tubaba, masyarakat tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Mari jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk terus meningkatkan ibadah, baik ibadah kepada Allah SWT melalui puasa sunnah Syawal, maupun ibadah sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Tulang Bawang Barat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Tubaba atau melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, mushola, tiyuh, maupun instansi masing-masing. Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi kita semua serta bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Tulang Bawang Barat “Menebar Manfaat untuk Umat”
01/04/2026 | Samsul
Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Marhaban Ya Ramadan ???? Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru, sekitar 245.973.915 jiwa atau 87,08% dari total populasi Indonesia beragama Islam. Karena itu, kehadiran bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial. Salah satu ibadah penting yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial adalah zakat. Zakat dalam Islam Dalam ajaran Islam terdapat dua jenis zakat utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (zakat harta). Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Besaran zakat fitrah setara dengan 1 sha’ makanan pokok atau sekitar 2,5–3 kg beras. Selain zakat fitrah, umat Islam juga memiliki kewajiban menunaikan zakat mal, yaitu zakat atas harta yang telah memenuhi nisab (batas minimal harta) dan haul (kepemilikan selama satu tahun). Jenis zakat mal di antaranya meliputi: Zakat penghasilan atau zakat profesi Zakat emas dan perak Zakat perdagangan Zakat pertanian Zakat peternakan Zakat investasi Zakat rikaz (harta temuan) Zakat Dapat Menjadi Pengurang Pajak Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak memberikan fasilitas ini sebagai bentuk pengakuan terhadap kewajiban keagamaan masyarakat. Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf g Undang-Undang Pajak Penghasilan yang terakhir diperbarui melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa: Zakat yang dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi Muslim atau oleh badan usaha, melalui lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Artinya, zakat tidak langsung mengurangi pajak yang harus dibayar, tetapi mengurangi penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak. Dengan demikian, nilai Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan menjadi lebih kecil. Syarat Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak Agar zakat dapat dimanfaatkan sebagai pengurang pajak, terdapat dua syarat utama: Zakat dibayarkan oleh wajib pajak (orang pribadi atau badan). Zakat disalurkan melalui lembaga resmi yang dibentuk atau disahkan pemerintah, seperti BAZNAS atau LAZ resmi. Selain itu, bukti pembayaran zakat harus disimpan dan dapat dilampirkan saat pelaporan SPT Tahunan. Manfaat Membayar Zakat Melalui Lembaga Resmi Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki banyak manfaat, di antaranya: ? Menunaikan kewajiban agama secara benar ? Mendapatkan bukti setor zakat resmi untuk pengurang pajak ? Membantu penyaluran zakat lebih tepat sasaran kepada 8 golongan penerima zakat (asnaf) ? Berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ibadah sekaligus memperoleh manfaat fiskal secara sah. Membayar zakat melalui lembaga resmi tidak hanya membantu meringankan beban pajak, tetapi juga memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari menjadi muzaki yang cerdas, taat agama, dan taat pajak, dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Tulang Bawang Barat agar manfaatnya semakin luas bagi umat. Sumber Referensi : https://www.pajak.go.id/id/artikel/zakat-bisa-jadi-pengurang-pajak
11/03/2026 | Samsul
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen keadilan sosial dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah: mengapa nisab zakat penghasilan disetarakan dengan 85 gram emas, dan mengapa standar emas yang digunakan sering merujuk pada 14 karat? Pertanyaan ini penting dijawab agar muzaki (pembayar zakat) memahami bahwa setiap ketentuan memiliki dasar syar’i dan pertimbangan kemaslahatan. Landasan Regulasi: 85 Gram Emas Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 serta Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa Nomor 3 Tahun 2003, nisab zakat pendapatan ditetapkan setara 85 gram emas. Namun, regulasi tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan jenis atau kadar (karat) emas yang digunakan sebagai standar. Di sinilah peran ijtihad kelembagaan menjadi penting. Mengapa 14 Karat? Karena tidak ada ketentuan spesifik tentang kadar emas dalam PMA, maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan standar emas dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan bagi mustahik dan muzaki. Dalam praktiknya, emas yang beredar di masyarakat memiliki kadar yang beragam, mulai dari 12 karat, 14 karat, 18 karat hingga 24 karat. Untuk memastikan keadilan dan konsistensi, digunakan pendekatan kaidah fikih: “Al-hukmu lil ghalib” — hukum mengikuti yang dominan. Kaidah ini dikenal dalam mazhab Hanafi, yang menyatakan bahwa sesuatu dinilai berdasarkan kondisi yang paling umum atau dominan di masyarakat. Jika suatu logam memiliki kandungan emas minimal 50% (setara 12 karat), maka ia telah masuk kategori emas secara hukum dan wajib dizakati berdasarkan berat totalnya. Dengan demikian, penetapan 14 karat bukan tanpa dasar. Ia berada di atas ambang minimal 50%, sehingga secara fikih memenuhi kategori emas yang sah untuk perhitungan nisab, sekaligus mencerminkan kadar emas yang cukup representatif di pasaran. Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026 Untuk tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa sebesar: Rp7.640.144 per bulan Rp91.681.728 per tahun Nilai tersebut setara dengan 85 gram emas dan mengalami kenaikan sekitar 7% dibandingkan tahun 2025. Kenaikan ini masih selaras dengan pertumbuhan upah tahunan nasional sebesar 6,17 persen, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan muzaki dan kebutuhan mustahik. Menjaga Kemaslahatan Bersama Penetapan standar nisab bukan sekadar angka administratif. Ia adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar zakat benar-benar menjadi solusi kemiskinan dan ketimpangan. Dengan menggunakan pendekatan fikih yang kuat dan mempertimbangkan realitas ekonomi, BAZNAS berupaya menjaga dua sisi sekaligus: Melindungi hak mustahik agar tidak berkurang akibat standar yang terlalu rendah. Memberikan kepastian hukum bagi muzaki agar dapat menunaikan kewajiban dengan tenang dan terukur. Pada akhirnya, zakat adalah tentang keberkahan. Ketika aturan dipahami dengan benar, maka ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial. Semoga pemahaman ini menambah keyakinan kita bahwa setiap ketetapan dalam syariat selalu berpijak pada hikmah dan kemaslahatan umat. Oleh: Samsul Mungin
03/03/2026 | Samsul

BAZNAS TV