WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

Hangatnya Kepedulian di Lambu Kibang Saat Zakat Menjadi Jembatan Harapan
Hangatnya Kepedulian di Lambu Kibang Saat Zakat Menjadi Jembatan Harapan
Lambu Kibang, Senin, 16 Maret 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat Kecamatan Lambu Kibang. Di tengah kesederhanaan dan harapan yang terus dijaga, hadir tangan-tangan kebaikan yang menyalurkan amanah umat melalui zakat fitrah. Kepala KUA bersama para penghulu dan penyuluh agama Islam Kecamatan Lambu Kibang turut bersinergi membantu pendistribusian zakat fitrah yang dihimpun oleh BAZNAS Tulang Bawang Barat. Dengan penuh keikhlasan, mereka menyapa masyarakat dari rumah ke rumah, memastikan setiap butir zakat sampai kepada yang berhak menerimanya. Di balik senyum para penerima, tersimpan cerita tentang harapan yang kembali tumbuh. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi bukti nyata bahwa masih ada kepedulian yang hidup di tengah kita. Ia menjadi penguat bagi mereka yang sedang diuji, dan menjadi pengingat bagi kita yang diberi kelapangan. Momentum ini seharusnya tidak berhenti pada zakat fitrah saja. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan melalui zakat mal. Harta yang kita miliki sejatinya mengandung hak orang lain—dan ketika ditunaikan, ia bukan berkurang, melainkan bertambah keberkahannya. Mari jadikan kisah di Lambu Kibang ini sebagai penggerak hati. Jangan tunggu nanti, jangan tunggu lebih. Saatnya kita membersihkan harta, menyucikan jiwa, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Karena sejatinya, kebahagiaan terbesar bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang kita beri.
18/03/2026 | Samsul
Sinergi Kebaikan di Tubaba Zakat Fitrah Mengalir, Harapan Tumbuh di Setiap Kecamatan
Sinergi Kebaikan di Tubaba Zakat Fitrah Mengalir, Harapan Tumbuh di Setiap Kecamatan
Tulang Bawang Barat, Senin, 16/3/2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat. Pada hari ini, BAZNAS Tulang Bawang Barat berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam menyalurkan zakat fitrah ke seluruh kecamatan. Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memastikan zakat sampai kepada mereka yang berhak. Proses penyaluran dilaksanakan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan, yang menjadi ujung tombak dalam menyampaikan amanah umat kepada para mustahik. Sebelum penyaluran dilakukan, Pemerintah Daerah bersama seluruh KUA se-Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Asisten I. Dalam rapat tersebut, disepakati teknis penyaluran agar berjalan tertib, tepat sasaran, dan penuh keberkahan. Ketua BAZNAS Tubaba, H. Purwanto, secara langsung menyerahkan zakat fitrah kepada Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H. Karyawanto, sebagai bentuk sinergi antara lembaga dan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Usai rapat koordinasi, proses administrasi segera dilaksanakan di Kantor BAZNAS Tulang Bawang Barat. Penyerahan zakat kemudian dilakukan kepada masing-masing kecamatan dan diterima langsung oleh para Kepala KUA untuk selanjutnya disalurkan kepada para penerima manfaat. Di balik setiap zakat yang disalurkan, tersimpan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang menerima. Zakat bukan hanya tentang kewajiban, tetapi tentang kepedulian yang menguatkan, tentang keikhlasan yang menyatukan, dan tentang harapan yang terus hidup di tengah masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa masih banyak saudara yang membutuhkan uluran tangan. Melalui zakat, khususnya zakat mal, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan keberkahan dan menghadirkan senyum bagi sesama. Mari bersama BAZNAS Tulang Bawang Barat, kita tunaikan zakat dan tebarkan manfaat yang lebih luas. Karena sejatinya, setiap harta yang kita keluarkan di jalan Allah akan kembali dengan keberkahan yang tak terhingga.
18/03/2026 | Samsul
Dari Tubaba untuk Sesama Saat Zakat Menjadi Harapan yang Nyata
Dari Tubaba untuk Sesama Saat Zakat Menjadi Harapan yang Nyata
Tulang Bawang Barat, Senin, 16/3/2026 — Ada kehangatan yang tak terlihat, namun terasa begitu kuat di hari itu. Di tengah kesibukan dan rutinitas, hadir sebuah momen yang mengingatkan kita bahwa kepedulian masih hidup dan terus mengalir di tengah masyarakat. BAZNAS Tulang Bawang Barat kembali menunaikan amanah umat. Zakat fitrah yang telah dihimpun dengan penuh kepercayaan dari para muzakki, diserahkan kepada Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai mitra dalam mendistribusikannya kepada mereka yang berhak. Penyerahan tersebut diwakili oleh Irfan dari BAZNAS Tubaba, dan diterima langsung oleh perwakilan Kementerian Agama, H. Imam. Sebuah serah terima yang mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya sarat makna—karena di baliknya, ada harapan banyak keluarga yang akan tersenyum. Setiap butir zakat yang terkumpul bukan hanya angka. Ia adalah doa dari para pemberi, dan menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan. Ia adalah bukti bahwa harta yang dititipkan Allah tidak hanya berhenti pada diri kita, tetapi mengalir menjadi keberkahan bagi sesama. Bayangkan, di sudut-sudut Tubaba, ada saudara kita yang mungkin menahan lapar, yang menyambut hari-hari dengan keterbatasan. Namun melalui zakat, infak, dan sedekah, kita bisa hadir dalam hidup mereka—memberi harapan, menghadirkan kebahagiaan, dan menguatkan mereka untuk terus bertahan. Momentum ini bukan hanya tentang zakat fitrah yang telah ditunaikan. Ini adalah panggilan hati bagi kita semua. Bahwa masih ada zakat mal, infak, dan sedekah yang bisa kita keluarkan—bukan karena kita berlebih, tetapi karena kita peduli. BAZNAS Tulang Bawang Barat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Karena sejatinya, harta yang kita keluarkan tidak akan berkurang—justru akan dilipatgandakan dalam bentuk keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan yang tak ternilai. Mari titipkan zakat, infak, dan sedekah terbaik kita melalui BAZNAS Tulang Bawang Barat. Karena dari tangan kita, harapan mereka kembali hidup.
18/03/2026 | Samsul

Agenda Pimpinan

Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Kamis, 23 Oktober 2025 - BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Tulang Bawang Barat. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS H. Purwanto, dan membahas pelaksanaan Program Beasiswa Non Akademik Tahun 2025 yang ditujukan bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi dari keluarga tidak mampu. Dalam pertemuan ini, masing-masing instansi menyampaikan masukan dan kesiapan dalam menyalurkan data calon penerima sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda Tubaba, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun olahraga. BAZNAS Tubaba menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama agar bantuan beasiswa ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar berprestasi di daerah.

23-10-2025 | irfan efendi

BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
Tulang Bawang Barat, 22 Oktober 2025 — BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat turut menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Makarti, Kecamatan Tumijajar, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, madrasah, organisasi masyarakat Islam, serta jajaran Forkopimda Tubaba. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. H. Novriwan Jaya, S.P., didampingi Wakil Bupati, Nadirsyah. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang menjadi fondasi pembangunan nasional. “Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi tentang bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Novriwan Jaya. BAZNAS Tulang Bawang Barat hadir melalui jajaran Komisioner dan Staf yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dan kontribusi santri dalam membangun bangsa. Momentum Hari Santri diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Tulang Bawang Barat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.

22-10-2025 | irfan efendi

Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Mulya Kencana, 08 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulang Bawang Barat menghadiri undangan dari Polres Tulang Bawang Barat dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Swasembada Pangan Nusantara yang digagas Polri untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tulang Bawang Barat, Bupati Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Asisten II, Ketua Baznas , serta sejumlah tamu undangan lainnya.

08-10-2025 | irfan efendi

Berita Pendistribusian

Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Tiyuh Gunung Katun Malai, 03 Desember 2025 - Angin kencang yang melanda wilayah Tulang Bawang Udik pada Selasa (2/12) menyebabkan sebuah rumah milik Bapak Jhoni Saputra, warga RT 01/RW 05 Tiyuh Gunung Katun Malai, rusak tertimpa pohon tumbang. Musibah ini mengundang kepedulian berbagai pihak, termasuk Baznas Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama BPBD, Dinsos, dan Dinas Damkar. Sebagai bentuk respon cepat, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar Rp1.000.000 dan paket sembako senilai Rp200.000 kepada keluarga terdampak. Bantuan diserahkan langsung di lokasi kejadian, dengan kehadiran Komisioner Baznas Tubaba: Waka 1 – H. Jumantoro, Waka 2 – KH. M. Nurhadi, dan Waka 3 – H. Suprianto Hadi, serta jajaran BPBD, Dinsos, dan Damkar. Turut mendampingi, Camat Tulang Bawang Udik dan Kepalo Tiyuh Gunung Katun Malai. Dalam sambutannya, H. Jumantoro menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat melalui program tanggap bencana Baznas Tubaba, yang dihimpun dari zakat dan infak masyarakat serta ASN se-Tubaba. "Meskipun bantuan ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan setelah musibah ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membawa keberkahan. Semoga Allah mengganti ujian ini dengan kebaikan yang lebih besar," ungkapnya penuh empati. Perwakilan Pemerintah Daerah, Sekretaris Damkar Herry Achmadi, juga memberikan pesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. "Kami bersama BPBD dan Dinsos selalu berupaya melayani masyarakat Tubaba. Semoga kejadian seperti ini dapat kita antisipasi bersama ke depannya," ujarnya. Musibah yang menimpa keluarga Bapak Jhoni menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian. Hadirnya berbagai unsur pemerintah dan Baznas Tubaba di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta harapan untuk bangkit kembali. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan kemudahan dalam memulihkan kondisi rumah mereka.
03/12/2025 | irfan efendi
Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melaksanakan kunjungan kerja ke Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka Pencanangan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (27/11/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat desa. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Baznas Tubaba turut memberikan bantuan sosial berupa biaya pengobatan sebesar Rp5 juta untuk pasien bayi penderita jantung bocor, paket sembako lansia untuk 10 penerima dari setiap tiyuh di Kecamatan Tumijajar, serta beasiswa akademik SD dan SMP tahun 2025. Bantuan ini diserahkan dalam momen kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Tiyuh Margo Mulyo pada 28 November 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua TP PKK Provinsi Lampung mengungkapkan kebanggaannya atas upaya bersama dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Keberadaan kami di sini tidak hanya dalam rangka menjalankan tugas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza. Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti bantuan buku bacaan untuk perpustakaan, bantuan modul posyandu dan susu untuk meningkatkan gizi balita serta ibu hamil, bantuan sembako dan kursi roda untuk lansia dan penyandang disabilitas, serta pelatihan bagi perempuan kepala keluarga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Selain itu terdapat bantuan mesin jahit untuk usaha ekonomi produktif dan bibit cabai untuk kader PKK di Tiyuh Margo Mulyo. Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung dalam keberhasilan program-program PKK. Ia mendorong agar koordinasi antar TP PKK desa dan kecamatan terus diperkuat serta agar data Dasawisma selalu diperbarui sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran. “Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan seperti Posyandu, UP2K, Hatinya PKK, serta pelestarian lingkungan. Terlebih lagi, mari kita manfaatkan teknologi untuk mendukung publikasi kegiatan dan pelaporan administrasi PKK secara lebih tertib,” imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, SP, menyampaikan ucapan terima kasih dan optimismenya. Ia menyatakan bahwa kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa TAPIS merupakan suatu kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat. “Kunjungan ini bukan hanya memberikan semangat, tetapi juga membuka peluang untuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Bupati Novriwan juga menekankan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program Desa TAPIS dapat memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. “Saya yakin, dengan dukungan semua pihak dan semangat gotong royong, Tiyuh Margo Mulyo akan berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujarnya. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam program berbasis masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan gizi, pelestarian budaya lokal, serta penguatan ketahanan pangan keluarga dan lingkungan untuk mencetak generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
28/11/2025 | irfan efendi
Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Tiyuh Mulya Sari, 25 November 2025 — Kegiatan Tubaba Q Berdaya kembali digelar sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tubaba, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, Komisioner Baznas Tubaba, Camat Gunung Agung, serta Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kegiatan tersebut, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan paket sembako untuk para lansia di dua kecamatan, yaitu Gunung Agung dan Way Kenanga. Setiap paket berisi sembako senilai Rp300.000 dan uang tunai Rp150.000. Bantuan diberikan kepada 13 penerima di Kecamatan Gunung Agung dan 10 penerima di Kecamatan Way Kenanga. Selain bantuan dari Baznas, Bank Lampung turut memberikan kontribusi berupa mesin pemotong rumput yang diserahkan kepada komunitas Bolo Ngarit, yakni komunitas peternak kambing di Tubaba, sebagai dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Tubaba menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki banyak program pemberdayaan yang bertujuan untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Beliau juga mengingatkan para petani dan peternak untuk selalu menyisihkan sebagian rezekinya dengan berinfak dan menunaikan zakat melalui Baznas Tubaba sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap program kesejahteraan masyarakat.
26/11/2025 | Irfan Efendi

Artikel Terbaru

Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen keadilan sosial dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah: mengapa nisab zakat penghasilan disetarakan dengan 85 gram emas, dan mengapa standar emas yang digunakan sering merujuk pada 14 karat? Pertanyaan ini penting dijawab agar muzaki (pembayar zakat) memahami bahwa setiap ketentuan memiliki dasar syar’i dan pertimbangan kemaslahatan. Landasan Regulasi: 85 Gram Emas Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 serta Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa Nomor 3 Tahun 2003, nisab zakat pendapatan ditetapkan setara 85 gram emas. Namun, regulasi tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan jenis atau kadar (karat) emas yang digunakan sebagai standar. Di sinilah peran ijtihad kelembagaan menjadi penting. Mengapa 14 Karat? Karena tidak ada ketentuan spesifik tentang kadar emas dalam PMA, maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan standar emas dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan bagi mustahik dan muzaki. Dalam praktiknya, emas yang beredar di masyarakat memiliki kadar yang beragam, mulai dari 12 karat, 14 karat, 18 karat hingga 24 karat. Untuk memastikan keadilan dan konsistensi, digunakan pendekatan kaidah fikih: “Al-hukmu lil ghalib” — hukum mengikuti yang dominan. Kaidah ini dikenal dalam mazhab Hanafi, yang menyatakan bahwa sesuatu dinilai berdasarkan kondisi yang paling umum atau dominan di masyarakat. Jika suatu logam memiliki kandungan emas minimal 50% (setara 12 karat), maka ia telah masuk kategori emas secara hukum dan wajib dizakati berdasarkan berat totalnya. Dengan demikian, penetapan 14 karat bukan tanpa dasar. Ia berada di atas ambang minimal 50%, sehingga secara fikih memenuhi kategori emas yang sah untuk perhitungan nisab, sekaligus mencerminkan kadar emas yang cukup representatif di pasaran. Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026 Untuk tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa sebesar: Rp7.640.144 per bulan Rp91.681.728 per tahun Nilai tersebut setara dengan 85 gram emas dan mengalami kenaikan sekitar 7% dibandingkan tahun 2025. Kenaikan ini masih selaras dengan pertumbuhan upah tahunan nasional sebesar 6,17 persen, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan muzaki dan kebutuhan mustahik. Menjaga Kemaslahatan Bersama Penetapan standar nisab bukan sekadar angka administratif. Ia adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar zakat benar-benar menjadi solusi kemiskinan dan ketimpangan. Dengan menggunakan pendekatan fikih yang kuat dan mempertimbangkan realitas ekonomi, BAZNAS berupaya menjaga dua sisi sekaligus: Melindungi hak mustahik agar tidak berkurang akibat standar yang terlalu rendah. Memberikan kepastian hukum bagi muzaki agar dapat menunaikan kewajiban dengan tenang dan terukur. Pada akhirnya, zakat adalah tentang keberkahan. Ketika aturan dipahami dengan benar, maka ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial. Semoga pemahaman ini menambah keyakinan kita bahwa setiap ketetapan dalam syariat selalu berpijak pada hikmah dan kemaslahatan umat. Oleh: Samsul Mungin
03/03/2026 | Samsul
Bulan Sya’ban Saat Amal Diangkat, Saat Hati Diketuk untuk Berbagi.
Bulan Sya’ban Saat Amal Diangkat, Saat Hati Diketuk untuk Berbagi.
Bulan Sya’ban sering datang dengan tenang, nyaris tak terasa. Ia berada di antara Rajab dan Ramadhan—dua bulan yang kerap lebih disorot. Namun justru di bulan inilah, Rasulullah ? memperbanyak amal ibadah dan kepedulian sosial. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ? bersabda bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah SWT. Maka, beliau senang ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa dan penuh kebaikan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua: sebelum Ramadhan menyapa, masih ada waktu untuk membersihkan niat dan memperbanyak amal nyata. Sya’ban: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Ringan Sya’ban bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga tentang bagaimana kita hadir bagi sesama. Di sekitar kita, masih banyak saudara yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar—dari biaya kesehatan, pendidikan anak-anak, hingga kebutuhan pangan harian. Di bulan yang penuh keberkahan ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi jalan sederhana namun bermakna untuk meringankan beban mereka. Apa yang kita anggap kecil, bisa jadi sangat besar bagi yang membutuhkan. Mengalirkan Kebaikan Lewat BAZNAS Tulang Bawang Barat BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat hadir sebagai jembatan amanah, menghubungkan kepedulian para muzaki dengan mustahik yang benar-benar membutuhkan. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran—mulai dari program kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan menunaikan zakat dan memperbanyak infak serta sedekah melalui BAZNAS Tulang Bawang Barat, kita bukan hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga ikut menanam harapan dan menguatkan persaudaraan. Saatnya Mengetuk Pintu Langit dengan Kepedulian Bulan Sya’ban adalah momentum. Saat amal diangkat, mari pastikan di dalamnya ada jejak kepedulian. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, karena keberkahan justru lahir dari keikhlasan. Mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan tangan yang ringan memberi. Zakat, infak, dan sedekah Anda hari ini, bisa menjadi senyum dan doa bagi saudara kita esok hari. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat. Karena dari Sya’ban, kebaikan kita dilangitkan.
29/01/2026 | Samsul
Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali
Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali
Di antara dua belas bulan yang Allah tetapkan, ada bulan-bulan mulia yang kehadirannya bukan sekadar pergantian waktu, tetapi undangan lembut dari langit agar manusia kembali menata hati. Salah satunya adalah bulan Rajab — bulan yang sering kita lewati begitu saja, padahal ia termasuk bulan yang dimuliakan Allah. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.” (QS. At-Taubah: 36) Para ulama sepakat bahwa empat bulan haram itu adalah Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan-bulan ini Allah muliakan agar manusia lebih menjaga diri dari dosa dan lebih giat menanam kebaikan. Namun, Rajab bukan sekadar bulan haram. Ia adalah gerbang menuju Ramadhan, bulan latihan hati sebelum kita memasuki madrasah besar penuh ampunan. Rasulullah ? sering berdoa ketika memasuki bulan ini: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi) Doa ini bukan hanya permohonan umur panjang, tetapi juga harapan agar hati disiapkan, iman dikuatkan, dan amal ditingkatkan. Rajab, Waktu Menyembuhkan Hati Betapa sering kita lalai. Shalat yang tergesa, sedekah yang jarang, doa yang hambar. Rajab datang seakan mengetuk pintu hati kita: “Masihkah engkau ingin kembali sebelum terlambat?” Inilah saat terbaik untuk memulai taubat, membersihkan niat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Rasulullah ? bersabda: “Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Rajab mengajarkan kita satu hal penting: tidak ada kata terlambat untuk kembali. Menanam Amal di Bulan Mulia Pada bulan yang dimuliakan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan, dan dosa terasa lebih berat. Maka betapa ruginya jika Rajab berlalu tanpa bekas amal. Allah berfirman: “Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah.” (QS. Al-Baqarah: 110) Salah satu amal paling indah di bulan ini adalah sedekah. Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menyembuhkan luka orang lain, menguatkan yang lemah, dan menghidupkan harapan. Rasulullah ? bersabda: “Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi) Kesempatan Memperbaiki Arah Hidup Bulan Rajab bukan bulan perayaan, tetapi bulan perenungan. Tentang usia yang terus berkurang, tentang amal yang belum seberapa, tentang kematian yang semakin dekat. Jika Ramadhan adalah musim panen, maka Rajab adalah musim menanam. Mari kita isi Rajab dengan: Taubat yang sungguh-sungguh Shalat sunnah yang istiqamah Sedekah yang tulus Doa yang panjang Hati yang kembali lembut Wahai hati, jangan biarkan Rajab berlalu tanpa makna. Mungkin inilah Rajab terakhir kita. Mungkin inilah kesempatan terakhir untuk berubah. Semoga Allah menjadikan bulan Rajab sebagai awal kebangkitan iman kita, membersihkan dosa-dosa kita, dan menyampaikan kita dalam keadaan terbaik menuju bulan Ramadhan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Oleh : Samsul Mungin
20/01/2026 | Samsul

BAZNAS TV