Berita Terkini
Di Balik Abu yang Tersisa, Hadir Harapan BAZNAS Tubaba Bersama Pemerintah dan Masyarakat Ringankan Derita Korban Kebakaran di Tiyuh Toto Mulyo
Tulang Bawang Barat, 17 Juli 2026 – Musibah memang datang tanpa pernah memberi tanda. Dalam hitungan menit, rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh, menyimpan kenangan, dan membangun harapan, berubah menjadi puing dan abu. Itulah kenyataan pahit yang harus diterima Tajudin, warga RT 002 RK 001 Tiyuh Toto Mulyo, Kecamatan Gunung Terang, setelah rumahnya ludes dilalap api pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik itu tidak hanya menghanguskan bangunan rumah, tetapi juga seluruh harta benda yang berada di dalamnya. Di tengah kepedihan tersebut, secercah harapan hadir melalui kepedulian berbagai pihak yang bergandengan tangan membantu meringankan beban keluarga korban.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dan berbagai instansi terkait menyerahkan bantuan tanggap bencana kepada korban pada Jumat (17/7/2026).
Penyaluran bantuan dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, KH. Jumantoro, yang mewakili Ketua BAZNAS, bersama perwakilan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), BPBD, Dinas Sosial, Sekretaris Camat Gunung Terang, Kepalo Tiyuh Toto Mulyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tubaba menyerahkan bantuan sebesar Rp3.000.000 yang berasal dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang telah diamanahkan oleh para muzaki. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
Selain BAZNAS, Dinas Perkimta turut memberikan bantuan material bangunan senilai Rp5.000.000 sebagai modal awal pembangunan kembali rumah korban. Dinas Sosial menyerahkan bantuan berupa kasur lipat, selimut, dan perlengkapan dapur, sementara BPBD memberikan paket sembako beserta perlengkapan kebutuhan harian.
Kepedulian juga mengalir dari masyarakat sekitar. Warga Tiyuh Toto Mulyo berhasil menggalang donasi sementara sebesar Rp5.000.000, disusul aksi mulia dari keluarga besar SD Negeri 10 Gunung Terang yang terdiri dari para guru dan siswa dengan menyerahkan donasi sebesar Rp1.000.000. Bantuan-bantuan tersebut menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, KH. Jumantoro menyampaikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan kepada BAZNAS merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
"Musibah dapat menimpa siapa saja. Karena itu, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian yang menghubungkan mereka yang diberi kelapangan rezeki dengan saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Bapak Tajudin dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Mari kita terus menjaga semangat gotong royong dan saling menguatkan dalam setiap musibah," ujar KH. Jumantoro.
Sementara itu, Kepalo Tiyuh Toto Mulyo, Sunyoto, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta seluruh pihak yang telah hadir membantu warganya.
"Atas nama pemerintah tiyuh dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, instansi terkait, dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepeduliannya. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas dengan keberkahan oleh Allah SWT," tuturnya.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Tajudin menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diterimanya. Di tengah kehilangan yang begitu besar, ia merasakan bahwa dirinya tidak sendiri menghadapi cobaan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi kami untuk kembali membangun rumah dan memulai kehidupan yang lebih baik," ungkapnya haru.
Musibah memang telah menghanguskan sebuah rumah, tetapi tidak mampu membakar rasa kemanusiaan. Justru dari peristiwa ini tampak nyata bahwa kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat Tulang Bawang Barat tetap menyala.
BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan penanggulangan bencana. Karena sejatinya, setiap zakat yang ditunaikan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari ujian kehidupan.
17/07/2026 | Samsul
Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS, Ketua BAZNAS Tubaba Hadiri Rapat Koordinasi BAZNAS se-Provinsi Lampung
Bandar Lampung, 16 Juli 2026 – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026) di Hotel Emersia, Bandar Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Purwanto, hadir bersama para pimpinan BAZNAS dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi kelembagaan, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan langkah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah demi meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui forum ini, para peserta saling berbagi pengalaman, inovasi program, serta strategi dalam meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS agar semakin tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Tubaba, H. Purwanto, menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam membangun tata kelola zakat yang profesional dan terpercaya.
"Rapat koordinasi ini menjadi wadah yang sangat penting untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat kolaborasi antarsesama BAZNAS di Provinsi Lampung. Dengan kebersamaan dan semangat saling menguatkan, kami optimistis pengelolaan zakat akan semakin baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.
Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat saat ini menuntut adanya inovasi, profesionalisme, serta kerja sama yang erat antara BAZNAS kabupaten/kota, BAZNAS Provinsi, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, forum koordinasi seperti ini menjadi sarana yang sangat berharga untuk membangun kesamaan visi dalam mewujudkan pengelolaan ZIS yang modern, akuntabel, dan berdampak.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat semakin mempertegas komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada para muzaki serta memperluas manfaat zakat bagi mustahik. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi program pemberdayaan umat, sehingga zakat tidak hanya menjadi instrumen kepedulian sosial, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
BAZNAS Tubaba percaya bahwa ketika sinergi dibangun dengan baik, maka keberkahan zakat akan semakin luas dirasakan. Bersama, kita kuatkan gerakan zakat untuk mewujudkan masyarakat Tulang Bawang Barat yang lebih sejahtera, mandiri, dan penuh keberkahan.
17/07/2026 | Samsul
BAZNAS Tubaba dan Pemerintah Daerah Salurkan Bantuan Akomodasi Pengobatan Jantung Bawaan, Wujud Kepedulian untuk Harapan Hidup yang Lebih Baik
Tulang Bawang Barat, Rabu, 15 Juli 2026 – Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit kembali diwujudkan melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pada Rabu (15/07/2026), dilaksanakan penyerahan bantuan akomodasi pengobatan bagi penerima manfaat yang menderita penyakit jantung bawaan di Tiyuh Gunung Menanti, Kecamatan Tumijajar.
Bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menjalani proses pengobatan. Selain biaya medis, kebutuhan akomodasi selama menjalani pemeriksaan dan perawatan sering kali menjadi beban tersendiri bagi keluarga pasien. Melalui bantuan ini, diharapkan penerima manfaat dapat menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Purwanto, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. Supriyanto Hadi, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ny. Novianti Novriwan, serta Camat Tumijajar, Fetha Rio, S.IP., M.IP. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan lembaga sosial ini menjadi bukti kuat bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi yang saling menguatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tubaba, H. Purwanto, menyampaikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat serta menjadi penyemangat dalam menjalani ikhtiar pengobatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ny. Novianti Novriwan, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS Tubaba dalam memberikan perhatian kepada pasien jantung bawaan. Menurutnya, dukungan seperti ini sangat berarti karena tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Kolaborasi antara BAZNAS Tubaba, Pemerintah Daerah, Yayasan Jantung Indonesia, serta pemerintah kecamatan diharapkan dapat terus berlanjut dalam menghadirkan berbagai program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian, BAZNAS Tubaba terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan harapan, menguatkan sesama, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat.
15/07/2026 | Samsul
Agenda Pimpinan

Rapat Koordinasi Pembahasan Beasiswa Non Akademik 2025
Kamis, 23 Oktober 2025 - BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS H. Purwanto, dan membahas pelaksanaan Program Beasiswa Non Akademik Tahun 2025 yang ditujukan bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Dalam pertemuan ini, masing-masing instansi menyampaikan masukan dan kesiapan dalam menyalurkan data calon penerima sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda Tubaba, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun olahraga.
BAZNAS Tubaba menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama agar bantuan beasiswa ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar berprestasi di daerah.
23-10-2025 | irfan efendi

BAZNAS Tubaba Ikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Makarti
Tulang Bawang Barat, 22 Oktober 2025 — BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat turut menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Makarti, Kecamatan Tumijajar, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pondok pesantren, madrasah, organisasi masyarakat Islam, serta jajaran Forkopimda Tubaba.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. H. Novriwan Jaya, S.P., didampingi Wakil Bupati, Nadirsyah. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi refleksi tentang bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Novriwan Jaya.
BAZNAS Tulang Bawang Barat hadir melalui jajaran Komisioner dan Staf yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dan kontribusi santri dalam membangun bangsa.
Momentum Hari Santri diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun Tulang Bawang Barat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
22-10-2025 | irfan efendi

Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Mulya Kencana, 08 Oktober 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulang Bawang Barat menghadiri undangan dari Polres Tulang Bawang Barat dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Swasembada Pangan Nusantara yang digagas Polri untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tulang Bawang Barat, Bupati Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Asisten II, Ketua Baznas , serta sejumlah tamu undangan lainnya.
08-10-2025 | irfan efendi
Berita Pendistribusian

Baznas dan Pemda Tubaba Sigap Bantu Warga Korban Pohon Tumbang
Tiyuh Gunung Katun Malai, 03 Desember 2025 - Angin kencang yang melanda wilayah Tulang Bawang Udik pada Selasa (2/12) menyebabkan sebuah rumah milik Bapak Jhoni Saputra, warga RT 01/RW 05 Tiyuh Gunung Katun Malai, rusak tertimpa pohon tumbang. Musibah ini mengundang kepedulian berbagai pihak, termasuk Baznas Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama BPBD, Dinsos, dan Dinas Damkar.
Sebagai bentuk respon cepat, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar Rp1.000.000 dan paket sembako senilai Rp200.000 kepada keluarga terdampak. Bantuan diserahkan langsung di lokasi kejadian, dengan kehadiran Komisioner Baznas Tubaba: Waka 1 – H. Jumantoro, Waka 2 – KH. M. Nurhadi, dan Waka 3 – H. Suprianto Hadi, serta jajaran BPBD, Dinsos, dan Damkar. Turut mendampingi, Camat Tulang Bawang Udik dan Kepalo Tiyuh Gunung Katun Malai.
Dalam sambutannya, H. Jumantoro menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat melalui program tanggap bencana Baznas Tubaba, yang dihimpun dari zakat dan infak masyarakat serta ASN se-Tubaba.
"Meskipun bantuan ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan setelah musibah ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan membawa keberkahan. Semoga Allah mengganti ujian ini dengan kebaikan yang lebih besar," ungkapnya penuh empati.
Perwakilan Pemerintah Daerah, Sekretaris Damkar Herry Achmadi, juga memberikan pesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
"Kami bersama BPBD dan Dinsos selalu berupaya melayani masyarakat Tubaba. Semoga kejadian seperti ini dapat kita antisipasi bersama ke depannya," ujarnya.
Musibah yang menimpa keluarga Bapak Jhoni menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian. Hadirnya berbagai unsur pemerintah dan Baznas Tubaba di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta harapan untuk bangkit kembali. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan kemudahan dalam memulihkan kondisi rumah mereka.
03/12/2025 | irfan efendi

Ketua TP PKK Provinsi Kunjungi Tiyuh Margo Mulyo, Baznas Tubaba Salurkan Bantuan
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melaksanakan kunjungan kerja ke Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka Pencanangan Desa TAPIS (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (27/11/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan berbagai program pemberdayaan keluarga di tingkat desa.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Baznas Tubaba turut memberikan bantuan sosial berupa biaya pengobatan sebesar Rp5 juta untuk pasien bayi penderita jantung bocor, paket sembako lansia untuk 10 penerima dari setiap tiyuh di Kecamatan Tumijajar, serta beasiswa akademik SD dan SMP tahun 2025. Bantuan ini diserahkan dalam momen kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Tiyuh Margo Mulyo pada 28 November 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung mengungkapkan kebanggaannya atas upaya bersama dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Keberadaan kami di sini tidak hanya dalam rangka menjalankan tugas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza.
Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti bantuan buku bacaan untuk perpustakaan, bantuan modul posyandu dan susu untuk meningkatkan gizi balita serta ibu hamil, bantuan sembako dan kursi roda untuk lansia dan penyandang disabilitas, serta pelatihan bagi perempuan kepala keluarga untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Selain itu terdapat bantuan mesin jahit untuk usaha ekonomi produktif dan bibit cabai untuk kader PKK di Tiyuh Margo Mulyo.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung dalam keberhasilan program-program PKK. Ia mendorong agar koordinasi antar TP PKK desa dan kecamatan terus diperkuat serta agar data Dasawisma selalu diperbarui sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan seperti Posyandu, UP2K, Hatinya PKK, serta pelestarian lingkungan. Terlebih lagi, mari kita manfaatkan teknologi untuk mendukung publikasi kegiatan dan pelaporan administrasi PKK secara lebih tertib,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, SP, menyampaikan ucapan terima kasih dan optimismenya. Ia menyatakan bahwa kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa TAPIS merupakan suatu kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
“Kunjungan ini bukan hanya memberikan semangat, tetapi juga membuka peluang untuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Novriwan juga menekankan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program Desa TAPIS dapat memberikan dampak nyata dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
“Saya yakin, dengan dukungan semua pihak dan semangat gotong royong, Tiyuh Margo Mulyo akan berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujarnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam program berbasis masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan gizi, pelestarian budaya lokal, serta penguatan ketahanan pangan keluarga dan lingkungan untuk mencetak generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
28/11/2025 | irfan efendi

Baznas Tubaba Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dalam Program Tubaba Q Berda
Tiyuh Mulya Sari, 25 November 2025 — Kegiatan Tubaba Q Berdaya kembali digelar sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tubaba, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, Komisioner Baznas Tubaba, Camat Gunung Agung, serta Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Tubaba menyalurkan bantuan paket sembako untuk para lansia di dua kecamatan, yaitu Gunung Agung dan Way Kenanga. Setiap paket berisi sembako senilai Rp300.000 dan uang tunai Rp150.000. Bantuan diberikan kepada 13 penerima di Kecamatan Gunung Agung dan 10 penerima di Kecamatan Way Kenanga.
Selain bantuan dari Baznas, Bank Lampung turut memberikan kontribusi berupa mesin pemotong rumput yang diserahkan kepada komunitas Bolo Ngarit, yakni komunitas peternak kambing di Tubaba, sebagai dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Tubaba menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki banyak program pemberdayaan yang bertujuan untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga. Beliau juga mengingatkan para petani dan peternak untuk selalu menyisihkan sebagian rezekinya dengan berinfak dan menunaikan zakat melalui Baznas Tubaba sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap program kesejahteraan masyarakat.
26/11/2025 | Irfan Efendi
Artikel Terbaru
Puasa Syawal, Penyempurna Ramadhan dan Momentum Berbagi Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah
Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amal ibadah dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal dengan puasa Syawal, yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad ? bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Puasa Syawal menjadi salah satu bentuk istiqomah dalam menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan. Jika selama bulan Ramadhan umat Islam terbiasa menahan diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial, maka semangat tersebut seharusnya tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di bulan Syawal.
Selain melaksanakan puasa Syawal, umat Islam juga dianjurkan untuk terus memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ibadah sosial ini merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
Semangat berbagi yang telah tumbuh selama bulan Ramadhan hendaknya tidak berhenti setelah hari raya. Justru di bulan Syawal menjadi momentum untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap muslim dapat berperan dalam membantu masyarakat kurang mampu, mendukung program sosial, serta mewujudkan kesejahteraan umat.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Dana yang dihimpun oleh BAZNAS Tubaba akan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan program kemanusiaan lainnya.
Dengan menunaikan ZIS melalui BAZNAS Tubaba, masyarakat tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kepedulian sosial serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Mari jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk terus meningkatkan ibadah, baik ibadah kepada Allah SWT melalui puasa sunnah Syawal, maupun ibadah sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Tulang Bawang Barat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Tubaba atau melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, mushola, tiyuh, maupun instansi masing-masing.
Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi kita semua serta bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Tulang Bawang Barat “Menebar Manfaat untuk Umat”
01/04/2026 | Samsul
Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Marhaban Ya Ramadan ????
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru, sekitar 245.973.915 jiwa atau 87,08% dari total populasi Indonesia beragama Islam. Karena itu, kehadiran bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
Salah satu ibadah penting yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial adalah zakat.
Zakat dalam Islam
Dalam ajaran Islam terdapat dua jenis zakat utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (zakat harta).
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa sekaligus membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Besaran zakat fitrah setara dengan 1 sha’ makanan pokok atau sekitar 2,5–3 kg beras.
Selain zakat fitrah, umat Islam juga memiliki kewajiban menunaikan zakat mal, yaitu zakat atas harta yang telah memenuhi nisab (batas minimal harta) dan haul (kepemilikan selama satu tahun). Jenis zakat mal di antaranya meliputi:
Zakat penghasilan atau zakat profesi
Zakat emas dan perak
Zakat perdagangan
Zakat pertanian
Zakat peternakan
Zakat investasi
Zakat rikaz (harta temuan)
Zakat Dapat Menjadi Pengurang Pajak
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak memberikan fasilitas ini sebagai bentuk pengakuan terhadap kewajiban keagamaan masyarakat. Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf g Undang-Undang Pajak Penghasilan yang terakhir diperbarui melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa:
Zakat yang dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi Muslim atau oleh badan usaha, melalui lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
Artinya, zakat tidak langsung mengurangi pajak yang harus dibayar, tetapi mengurangi penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak. Dengan demikian, nilai Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan menjadi lebih kecil.
Syarat Zakat Bisa Menjadi Pengurang Pajak
Agar zakat dapat dimanfaatkan sebagai pengurang pajak, terdapat dua syarat utama:
Zakat dibayarkan oleh wajib pajak (orang pribadi atau badan).
Zakat disalurkan melalui lembaga resmi yang dibentuk atau disahkan pemerintah, seperti BAZNAS atau LAZ resmi.
Selain itu, bukti pembayaran zakat harus disimpan dan dapat dilampirkan saat pelaporan SPT Tahunan.
Manfaat Membayar Zakat Melalui Lembaga Resmi
Menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki banyak manfaat, di antaranya:
? Menunaikan kewajiban agama secara benar ? Mendapatkan bukti setor zakat resmi untuk pengurang pajak ? Membantu penyaluran zakat lebih tepat sasaran kepada 8 golongan penerima zakat (asnaf) ? Berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ibadah sekaligus memperoleh manfaat fiskal secara sah. Membayar zakat melalui lembaga resmi tidak hanya membantu meringankan beban pajak, tetapi juga memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mari menjadi muzaki yang cerdas, taat agama, dan taat pajak, dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Tulang Bawang Barat agar manfaatnya semakin luas bagi umat.
Sumber Referensi : https://www.pajak.go.id/id/artikel/zakat-bisa-jadi-pengurang-pajak
11/03/2026 | Samsul
Mengapa 14 Karat? Memahami Dasar Penetapan Nisab Zakat Penghasilan
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen keadilan sosial dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah: mengapa nisab zakat penghasilan disetarakan dengan 85 gram emas, dan mengapa standar emas yang digunakan sering merujuk pada 14 karat?
Pertanyaan ini penting dijawab agar muzaki (pembayar zakat) memahami bahwa setiap ketentuan memiliki dasar syar’i dan pertimbangan kemaslahatan.
Landasan Regulasi: 85 Gram Emas
Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 serta Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa Nomor 3 Tahun 2003, nisab zakat pendapatan ditetapkan setara 85 gram emas.
Namun, regulasi tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan jenis atau kadar (karat) emas yang digunakan sebagai standar. Di sinilah peran ijtihad kelembagaan menjadi penting.
Mengapa 14 Karat?
Karena tidak ada ketentuan spesifik tentang kadar emas dalam PMA, maka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan standar emas dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan bagi mustahik dan muzaki.
Dalam praktiknya, emas yang beredar di masyarakat memiliki kadar yang beragam, mulai dari 12 karat, 14 karat, 18 karat hingga 24 karat. Untuk memastikan keadilan dan konsistensi, digunakan pendekatan kaidah fikih:
“Al-hukmu lil ghalib” — hukum mengikuti yang dominan.
Kaidah ini dikenal dalam mazhab Hanafi, yang menyatakan bahwa sesuatu dinilai berdasarkan kondisi yang paling umum atau dominan di masyarakat. Jika suatu logam memiliki kandungan emas minimal 50% (setara 12 karat), maka ia telah masuk kategori emas secara hukum dan wajib dizakati berdasarkan berat totalnya.
Dengan demikian, penetapan 14 karat bukan tanpa dasar. Ia berada di atas ambang minimal 50%, sehingga secara fikih memenuhi kategori emas yang sah untuk perhitungan nisab, sekaligus mencerminkan kadar emas yang cukup representatif di pasaran.
Nisab Zakat Penghasilan Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional RI menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa sebesar:
Rp7.640.144 per bulan
Rp91.681.728 per tahun
Nilai tersebut setara dengan 85 gram emas dan mengalami kenaikan sekitar 7% dibandingkan tahun 2025. Kenaikan ini masih selaras dengan pertumbuhan upah tahunan nasional sebesar 6,17 persen, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan muzaki dan kebutuhan mustahik.
Menjaga Kemaslahatan Bersama
Penetapan standar nisab bukan sekadar angka administratif. Ia adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar zakat benar-benar menjadi solusi kemiskinan dan ketimpangan.
Dengan menggunakan pendekatan fikih yang kuat dan mempertimbangkan realitas ekonomi, BAZNAS berupaya menjaga dua sisi sekaligus:
Melindungi hak mustahik agar tidak berkurang akibat standar yang terlalu rendah.
Memberikan kepastian hukum bagi muzaki agar dapat menunaikan kewajiban dengan tenang dan terukur.
Pada akhirnya, zakat adalah tentang keberkahan. Ketika aturan dipahami dengan benar, maka ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Semoga pemahaman ini menambah keyakinan kita bahwa setiap ketetapan dalam syariat selalu berpijak pada hikmah dan kemaslahatan umat.
Oleh: Samsul Mungin
03/03/2026 | Samsul
BAZNAS TV
Serumpun Sebait BAZNAS TUBABA
Penulis: Samsul
Manfaat Sedekah Subuh Rutin
Penulis: Samsul



