WhatsApp Icon

Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali

20/01/2026  |  Penulis: Samsul

Bagikan:URL telah tercopy
Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali

Rajab Ketika Langit Membuka Pintu Ampunan dan Hati Dipanggil untuk Kembali

Di antara dua belas bulan yang Allah tetapkan, ada bulan-bulan mulia yang kehadirannya bukan sekadar pergantian waktu, tetapi undangan lembut dari langit agar manusia kembali menata hati. Salah satunya adalah bulan Rajab — bulan yang sering kita lewati begitu saja, padahal ia termasuk bulan yang dimuliakan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.”
(QS. At-Taubah: 36)

Para ulama sepakat bahwa empat bulan haram itu adalah Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan-bulan ini Allah muliakan agar manusia lebih menjaga diri dari dosa dan lebih giat menanam kebaikan.

Namun, Rajab bukan sekadar bulan haram. Ia adalah gerbang menuju Ramadhan, bulan latihan hati sebelum kita memasuki madrasah besar penuh ampunan.

Rasulullah ? sering berdoa ketika memasuki bulan ini:

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
(HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Doa ini bukan hanya permohonan umur panjang, tetapi juga harapan agar hati disiapkan, iman dikuatkan, dan amal ditingkatkan.

Rajab, Waktu Menyembuhkan Hati

Betapa sering kita lalai. Shalat yang tergesa, sedekah yang jarang, doa yang hambar. Rajab datang seakan mengetuk pintu hati kita:
“Masihkah engkau ingin kembali sebelum terlambat?”

Inilah saat terbaik untuk memulai taubat, membersihkan niat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Rasulullah ? bersabda:

“Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)

Rajab mengajarkan kita satu hal penting: tidak ada kata terlambat untuk kembali.

Menanam Amal di Bulan Mulia

Pada bulan yang dimuliakan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan, dan dosa terasa lebih berat. Maka betapa ruginya jika Rajab berlalu tanpa bekas amal.

Allah berfirman:

“Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 110)

Salah satu amal paling indah di bulan ini adalah sedekah. Sedekah bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menyembuhkan luka orang lain, menguatkan yang lemah, dan menghidupkan harapan.

Rasulullah ? bersabda:

“Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. Tirmidzi)

Kesempatan Memperbaiki Arah Hidup

Bulan Rajab bukan bulan perayaan, tetapi bulan perenungan. Tentang usia yang terus berkurang, tentang amal yang belum seberapa, tentang kematian yang semakin dekat.

Jika Ramadhan adalah musim panen, maka Rajab adalah musim menanam.

Mari kita isi Rajab dengan:

  • Taubat yang sungguh-sungguh
  • Shalat sunnah yang istiqamah
  • Sedekah yang tulus
  • Doa yang panjang
  • Hati yang kembali lembut

Wahai hati, jangan biarkan Rajab berlalu tanpa makna.
Mungkin inilah Rajab terakhir kita.
Mungkin inilah kesempatan terakhir untuk berubah.

Semoga Allah menjadikan bulan Rajab sebagai awal kebangkitan iman kita, membersihkan dosa-dosa kita, dan menyampaikan kita dalam keadaan terbaik menuju bulan Ramadhan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Oleh : Samsul Mungin

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat