Pimpinan BAZNAS RI Ungkap 7 Pola Pikir Kunci untuk Pengelolaan Zakat Efektif
08/09/2025 | Penulis: Samsul
Pimpinan BAZNAS RI Ungkap 7 Pola Pikir Kunci untuk Pengelolaan Zakat Efektif
Jakarta – Bagaimana pola pikir memengaruhi keberhasilan pengelolaan zakat? Pertanyaan ini terjawab dalam Forum Management Upgrade bertema "Tujuh Gaya Berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Acara ini juga disiarkan langsung melalui YouTube BAZNAS TV dan diikuti oleh para amil BAZNAS dari provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.
Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, menegaskan bahwa pola pikir adalah fondasi utama dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak nyata zakat bagi masyarakat.
“Pola pikir memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian. Tanpa pola pikir yang tepat, strategi terbaik pun tidak akan berjalan efektif,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Nadratuzzaman menjelaskan 7 pola pikir yang harus dimiliki pengelola zakat:
1. Critical Thinking (Berpikir Kritis) – Sesuai anjuran Al-Qur’an, mempertanyakan dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan.
2. Analytical Thinking (Berpikir Analitis) – Mengurai masalah kompleks menjadi solusi berbasis data.
3. Abstract Thinking (Berpikir Abstrak) – Membaca tren dan merancang program zakat jangka panjang.
4. Creative Thinking (Berpikir Kreatif) – Melahirkan inovasi dan terobosan nyata.
5. Concrete Thinking (Berpikir Konkret) – Fokus pada target terukur, seperti penyaluran minimal 80% dana zakat setiap tahun.
6. Convergent Thinking (Berpikir Konvergen) – Memilih opsi terbaik dari berbagai alternatif strategi.
7. Divergent Thinking (Berpikir Divergen) – Menghasilkan ide kreatif yang kaya terobosan.
Menurutnya, kombinasi ketujuh gaya berpikir ini dapat membantu BAZNAS meningkatkan efektivitas penghimpunan zakat, memperkuat kepercayaan publik, dan memperluas dampak distribusi zakat.
Selain tujuh pola pikir tersebut, ia mengaitkan pengelolaan zakat dengan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset.
“Jika cara berpikir ilmiah dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat akan menjadi instrumen strategis pembangunan nasional, bukan sekadar kewajiban ibadah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan cara berpikir di antara individu adalah kekayaan. Tantangannya adalah memanfaatkan perbedaan itu secara tepat untuk memperkuat pengelolaan zakat.
Berita Lainnya
Outlook Zakat Indonesia 2026 Resmi Terbit, BAZNAS Paparkan Arah Strategis Zakat Dukung Indonesia Emas 2045
BAZNAS Tubaba Bersama Pemda Tubaba Salurkan Program Tubaba Q Sehat di Gunung Timbul
Kepedulian BAZNAS TUBABA untuk Warga yang Membutuhkan Pendampingan Kesehatan Mental
BAZNAS Pringsewu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Tulang Bawang Barat, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat
Kios Sembako Hangus Terbakar, Baznas Tubaba Ulurkan Bantuan untuk Edi Sauti
Baznas Tubaba Lakukan Verifikasi Korban Penyiraman Air Keras di Tiyuh Tirta Kencana

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
